Nomor Kursi Kereta Api Kedobelan

Waktu naik kereta api lokal Daop 8 dari Surabaya Gubeng ke Mojokerto dengan KA Dhoho nomor kereta KA 455 ada pengalaman baru buat saya. Pengalaman yang mungkin bisa buat pelajaran bagi penumpang lainnya. Kejadian terjadi Hari Senin di Bulan Februari 2016 di dalam kereta api Dhoho jurusan Surabaya Gubeng Mojokerto. Kejadian yang saya alami ini tidak bermaksud menyudutkan, menyalahkan siapaun, atau pihak manapun.

Pada saat kereta tiba di Stasiun Gubeng, langsung saya tuju kereta nomor 3 dengan nomor tempat duduk 10D sesuai yang tertera di tiket. Ternyata di kursi yang saya sebut, sudah ada yang menempatinya. Saya bermaksud menanyakan {dengan baik-baik) bahwa saya "pemilik" nomor tempat duduk tersebut.

Baca Juga : Penambahan Jadwal KRL Commuter Line TPK-JAKK

Respon yang diberikan oleh orang tersebut, menanyakan kepada saya, mungkin saya salah lihat tiket. Setelah saya cek kembali untuk memastikan, ternyata benar. Kereta 3 Nomor 10D, Sempat terjadi selisih paham sebentar. Akhirnya kami kroscek kedua tiket tersebut dan ternyata memang benar, beliau juga menempati Kereta 3 nomor 10D. Berarti terjadi nomor tempat duduk kereta api kedobelan. Wah sistem online kok bisa kedobelan pikir saya, tidak mungkin bisa mengakali sistem.

Gambar Tiket Thermal Dhoho


Ternyata nomor 10E juga dimiliki oleh dua orang, begitu juga 9D dan 9E yang ada di kereta 3 juga mengalami kedobelan. Pikir kami semua, mana mungkin sistem online yang sudah terprogram masih bisa dobel. Akhirnya saya mempersilakan nomor 10D untuk ditempati orang tersebut, sementara saya ndompleng minta tempat duduk orang lain. Isitilahnya TTD "titik deng".

Sesaat setelah keheranan kami mereda, ada petugas polsuska lewat dan kami langsung menanyakan kepada beliau. Ternyata responnya cepat. Tiket kami diambil untuk di periksa kembali dan dikroscek di Stasiun Wonokromo. Kebetulan kereta pas berhenti di Stasiun Wonokromo. Setelah beberapa menit (kurang lebih 10 menit) untuk kroscek petugas tadi menghampiri kami dan masalah terselesaikan. Katanya kesalahan petugas loket yang melayaninya. Dan tiket sudah dicetak kembali dengan formasi 4 orang tidak mendapatkan tempat duduk alias TTD, titik deng.

Intinya saya tidak mempermasalahkan tiket yang kedobelan, karena bagi saya yang penting bisa terangkut kereta/naik kereta sudah merupakan kenikmatan yang luar biasa. Respon petugas crew kereta juga luar biasa cepat dan bisa menyelesaikan dengan pelayanan yang baik.

Demikian cerita pengalaman saya naik kereta api lokal yang nomor tempat duduknya bisa kedobelan dengan penumpang lainnya. Semoga bermanfaat. Lihat Juga : Gambar Lokomotif CC206105 Berdinas KA Bima.