Cerita Saya Ketika Mudik Dengan Kereta Api KRD Bojonegoro

Halo railway mania, Saya mau berbagi cerita pengalaman sekaligus laporan perjalanan saya ketika mudik menggunakan kereta api. Mudik saya dari Mojokerto ke Tuban, jadi saya mencoba menggunakan kereta api Jenggala dari Mojokerto ke Sidoarjo, lanjut KA KRD Bojonegoro dari Sidoarjo ke Bojonegoro, tepatnya saya turun Stasiun Kapas. Dari Kapas saya lanjut perjalanan menuju Tuban, kira-kira 25 km dengan naik sepeda motor milik kakak saya.

Gambar Mudik Kereta Api
Sebenarnya, edisi mudik dengan kereta api ini perjalanannya malah lebih jauh, mutar melewati 6 Kabupaten, waktu tempuh lebih cepat dari Bis dan mobil pribadi, selain itu saya tinggal duduk-duduk di kereta dengan fasilitas AC. Perjalanan di mulai dari Stasiun Mojokerto. Setelah menitipkan Motor, langsung membeli tiket KA Jenggala dengan keberangkatan 07.50 WIB. Pembelian tiket harus go show alias beli pada hari keberangkatan dan tidak bisa dipesan. Harga Tiketnya Rp 4.000, saya beli 3 tiket untuk Istri dan Anak saya. Langsung naik KA Jenggala dan keberangkatan tepat waktu. Okupansi KA Jenggala pada hari lebaran sepi penumpang, sektiar 50 persen terisi oleh penumpang untuk kereta nomor 1 dan 2. Sedangkan kereta nomor 3 sepi penumpang, hanya ada 1,2 penumpang. Baca Juga : Jadwal KA Jenggala

KA Jenggala Sidoarjo
Sampai di Sidoarjo tepat waktu. Terlihat di Jalur nomor 4 ada KRD Bojonegoro yang sudah stand by. Tidak lama, KA Penataran dari Blitar yang paling pagi tiba di Stasiun Sidoarjo, dari sini saya tau, jika kita bisa estafet dengan jadwal KA Jenggala 07.50 dari Mojokerto lanjut dengan KA Penataran ke Surabaya dengan keberangkatan pukul 09.00.

KA Penataran Longhood

Jeda satu jam antara kedatangan KA Jenggala dengan KRD Bojonegoro yang berangkat 09.30 WIB, karena saya sudah beli tiket sebelumnya, saya tidak perlu antri tiket di Loket Stasiun Sidoarjo. KRD Berangkat setelah KA Mutiara Timur Masuk Stasiun Sidoarjo dan berangkat kembali menuju Banyuwangi.

Mutim Sidoarjo

KRD Bojonegoro lepas Stasiun Sidoarjo tepat 09.30 berhenti di Gedangan, Waru, Wonokoromo, Gubeng, Pasar Turi. Di Pasar Turi ini menaikkan banyak penumpang dan memenuhi hampir 90 persen kereta, sisanya ada yang naik dari Tandes, Kandangan, Benowo, Cerme. Perjalanan KRD Ini yang unik, kita bisa melihat tugu pahlawan dari atas rel yang melintas di kompleks tugu pahlawan.

Tugu Pahlawan KRD Bojonegoro

Selama perjalanan di lintasan dobel track pantura, tidak ada kendala berarti, KRD tidak disusul oleh kereta apapun. Perjalanan terasa nyaman, namun AC mulai panas seiring hari makin siang dan penumpang makin banyak. Perjalanan saya terasa asyik dan tiba di Stasiun Kapas.

Stasiun Kapas

Gambar KRD Stasiun Kapas

Gambar Stasiun Kapas

Ternyata penumpang dari Stasiun Kapas cukup banyak, dan bangunan Stasiun Kapas sudah bangunan baru terlihat bersih dan megah dengan ruang tunggu ber AC.

Cukup sekian perjalanan saya ketika mudik menggunakan Kereta Api KRD Lokal Bojonegoro, saya senang dan puas menggunakan layanan fasilitas KRD Bojonegoro. Jika ingin tau jadwalnya, Jadwal KRD Bojonegoro.

0 Response to "Cerita Saya Ketika Mudik Dengan Kereta Api KRD Bojonegoro"

Post a Comment