Kereta Api Mutiara Timur Malam Kesiangan

Akibat panjir Porong yang menenggelamkan rel kereta api lintas Tanggul Angin-Porong setinggi 50 cm membuat lumpuh perjalanan kereta api. Perjalanan kereta api yang terhambat diantaranya KA Penataran Malang Surabaya dan Surabaya Blitar. Terjadi pengalihan rute Blitar-Surabaya hanya berjalan dari Bangil-Blitar. KA Probowangi rute Banyuwangi-Surabaya, hanya berjalan dari Bangil-Banyuwangi. Ada juga perjalanan kereta api yang dioper dengan bus. Seperti KA Mutiara Timur (kelas bisnis dan eksekutif) relasi Surabaya- Banyuwangi. Penumpang diantarkan ke Bangil. Atau ke Surabaya dari Banyuwangi dijemput di Bangil. Begitu juga KA Bima ekskutif (relasi Malang - Surabaya - Jakarta). Penumpang dari Jakarta ke Malang berhenti di Surabaya dilanjutkan bus. Begitu juga penumpang Malang-Jakarta ke Surabaya dulu nik bus. KA Jayabaya (relasi Malang - Surabaya - Jakarta) juga perakuannnya sama dijemput dengan bus.KA Logawa (Jember-Purwokerto) dan KA Sritanjung (Banyuwangi-Lempuyangan) dari Jember tidak menuju ke Surabayaberjalan memutar dari Jember-Bangil berbelok ke Malang-Kertosono-Jawa Tengah/ begitupun sebaliknya.

Kondisi terkini, Per tanggal 18 Februari 2016 sudah bisa dilalui dengan batas kecepatan yang telah ditentukan. Perjalanan kereta api Mutiara Timur Malam dari Banyuwangi berjalan normal dari Banyuwangi pukul 22.00 seharunya tiba di Stasiun Gubeng pukul 04.26. Kenyataan dilapangan KA Mutiara Timur Malam tiba di Stasiun Gubeng kurang lebih pada pukul 08.50.

Gambar KA Mutiara Timur

Gambar KA Mutiara Timur Siang


Walaupun rel Porong-Tanggulangin sudah bisa dilalui, namun pengaturan batas kecepatan membuat kereta tetap harus antri untuk melintas. Antriannya meliputi KA Bima dari Gubeng ke Malang, KA Probowangi Gubeng ke Banyuwangi, KA Mutiara Timur Malam dari Banyuwangi ke Gubeng, KA Penataran Gubeng ke Blitar dan KA Penataran dari Malang ke Gubeng.

Kondisi jadwal kereta api masih belum normal 100 %, tapi tidak sampai membatalkan perjalanan ataupun berjalan memutar terlalu jauh yang memakan biaya terlalu besar.